Anda Wajib Tahu 5 Cara Parenting Islami Ini

Parenting Islami – Menjadi orang tua yang happy and productive parents memang tidaklah mudah. Apalagi untuk orang tua muda. Butuh kesabaran mengatur emosi selama mendidik buah hati. Tidak hanya itu, butuh ilmu pengetahuan parenting islami agar bisa menciptakan happy and productive parents.

Permasalahan yang terjadi saat ini bukannya orang tua yang tidak pandai atau cerdas. Tetapi karena tidak ada motivasi belajar untuk diri sendiri. Belum lagi banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Adapun masalah lain, seperti tidak tahu kemana harus menimba ilmu parenting islami, agar mampu menciptakan happy and productive parents.

Tenang, buat para orangtua, bisa mengikuti kelas Intensif happy and productive parents bersama Ustadzah Hj. Ir. Dini Sumaryanti. Di sini kamu akan belajar tentang beberapa ilmu parenting islami yang luar biasa.

Buat yang punya banyak pekerjaan banyak. Atau mungkin malas datang ke tempatnya langsung? Tenang! Karena kelas Happy and productive parents dapat diikuti di rumah. Cukup bermodalkan smartphone atau laptop saja. Kamu duduk manis di rumah, sambil menjaga buah hati, atau sambil melakukan aktivitas di rumah.

Lantas, apa saja yang akan kamu pelajari. Jadi di kelas ini akan mengulas beberapa permasalahan yang sering dikeluhkan, seperti masalah, manajemen emosi orangtua, luka di masa lalu yang menimbulkan trauma, menghadapi anak-anak yang pemarah, agresif, tidak percaya diri dan masih banyak lagi. Diantaranya juga akan mempelajari tentang beberapa tema berikut.

islamic parent

Management Emosi Orang Tua – Parenting Islami

Masalah yang seringkali dihadapi orangtua saat mendidik buah hati adalah masalah manajemen emosi. Seringkali sebagai orang tua merasa gagal, karena ikut lelah dan jengkel. Alasannya pun sederhana, bisa karena faktor lelah, banyak pikiran ataupun faktor masalah perekonomian.

Sebaiknya Anda Juga Baca  Kuasai Ilmu Syirkah, Bisnis Makin Berkah!

Padahal, mendidik buah hati dengan emosi bisa berdampak tidak baik untuk anak. Alih-alih anak menjadi menurut, justru menimbulkan luka dan trauma pada anak. Ada kasus lain, anak pun ikut menjadi lebih keras. Umumnya, stimulus negatif dari orangtua, akan disikapi anak berbeda-beda. tergantung dari karakter si anak itu sendiri.

Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dibutuhkan manajemen emosi bagi orang tua. Caranya pun ada banyak, dan di dalam pelatihan ini kamu akan temukan jawabannya. Tujuannya jelas, agar bisa menjadi orangtua yang bijak, dan mampu mewujudkan happy and productive parents.

Transformasi Diri Dari Luka Pengasuhan –

Parenting Islami

Manusia memiliki mekanisme pertahanan diri yang berbeda-beda ketika mendapatkan perlakuan negative atau kurang menyenangkan. Hal ini juga berlaku pada anak-anak. Ternyata banyak kasus, dimana orang tua memiliki pengalaman tidak menyenangkan akibat luka diri akibat pengasuhan.

Dari luka ini, bisa terbawa sampai menjadi orangtua. Jika luka inner child masih terbawa, dikhawatirkan dapat mempengaruhi pola didik dan pola asuh kepada buah hati, yang dikhawatirkan melanjutkan luka orangtua ke anak-anak, akibat sikap orangtua yang salah.

istilah inner child mungkin terlihat sepele. Namun jika dibiarkan, dapat menimbulkan luka dan menjadikan problem besar saat dewasa. ADa banyak faktor yang menyebabkan munculnya inner child atau luka. Bisa karena kurang diperhatikan oleh orang tua, pernah mengalami pelecehan, penelantaran, pengabaian emosional dan masih banyak faktor.

Jika faktor penyebab tidak segera diatasi, luka ini bisa dibawa hingga menjadi orangtua. Itu sebabnya, butuh solusi agar buah hati tidak mendapatkan dampak kesalahan dari orangtua. Jangan sampai akibat inner child mengarahkan anak memiliki perilaku merusak diri, bersikap tidak sewajarnya, hingga berperilaku bisa melukai orang lain.

Sebaiknya Anda Juga Baca  Pentingnya Mempelajari Muamalah Kontemporer Di Era Modernisasi

parenting islami

Komunikasi Efektif Orang Tua – Anak –

Parenting Islami

Pentingnya menjalin sebuah komunikasi antara orangtua dan anak itu penting. Sayangnya, beberapa anak tidak memiliki kesempatan dan hak mereka. Dimana orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga anak kehilangan waktu dan ruang bersama. Anak kehilangan kasih sayang.

Atau kasus lain, yang menimbulkan komunikasi antara orangtua dan anak tidak berjalan dengan baik. Misalnya, karena orangtua tidak tahu sikap yang baik kepada anak. Atau karena ketidaktahuan orang tua tentang ilmu parenting islami terhadap anak. Karena banyak sikap dan perilaku halus, yang dianggap biasa dan tidak penting. Ternyata sangat penting.

Itu sebabnya, butuh komunikasi efektif orangtua terhadap anak. Meskipun hanya sekedar berkomunikasi, ternyata mampu menjadi bonding yang cukup penting membangun kepercayaan dan rasa percaya diri anak. Nah, dalam kelas happy and productive parents kamu pun akan belajar bagaimana membangun sebuah komunikasi yang efektif. Agar melahirkan buah hati yang cemerlang dan berakhlakul karimah.

parenting islami

Kolaborasi Untuk Melejitkan Potensi Ananda –

Parenting Islami

Di kelas Happy and Productive parents juga akan membahas bagaimana cara memaksimalkan potensi buah hati. Mungkin ada yang beranggapan bahwasanya, buah hati kita memiliki kekurangan atau mungkin mengalami keterbelakangan mental. Sehingga mendorong orang tua menjadi rendah diri dan tidak percaya diri. Atau mungkin, ada yang mendiskriminasi buah hati sendiri dengan saudaranya.

Pada dasarnya, setiap anak lahir diciptakan dengan potensi dan bakatnya masing-masing. Sehebat apapun buah hati, jika orang tuanya tidak mampu mengkolaborasikan dan memaksimalkan, anak akan menjadi biasa saja.

Sebaliknya, buah hati yang memiliki bakat biasa saja dan potensi tidak menonjol. Namun, jika orangtua memiliki kemampuan untuk membangun, mengarahkan, dan memiliki kesabaran dalam mendidik, maka anak bisa menjadi pribadi yang melejit.

Sebaiknya Anda Juga Baca  Pentingnya Mempelajari Muamalah Kontemporer Di Era Modernisasi

Permasalahannya adalah, bagaimana cara mengkolaborasikan energi orangtua dengan energi buah hati? Nah, di kelas happy and productive parents akan kamu temukan jawabannya.

islamic parenting

Menghadapi Anak Berbohong, Agresif Dan Membangkang –

Parenting Islami

Tidak dapat dipungkiri, jika anak-anak memiliki fase aktif dan pasif. Bentuk tiap anak pun berbeda-beda. Ada yang menjadi anak pembangkan, suka berbohong, agresif dan sikap negative lain. Ada juga anak yang penurut dan berbakti kepada orang tuanya.

Nah, di kelas happy and productive parents ini juga akan mengulas tuntas terkait sikap negatif anak-anak. Pada dasarnya, sikap negatif pada anak tidak ada yang salah. Karena setiap anak memiliki masanya masing-masing.

Bukan berarti anak yang selalu menunjukan emosi negatif akan menjadikan anak yang tidak berguna. Sebaliknya, anak yang menunjukan emosi positif tidak menjamin dewasanya akan menjadi orang yang baik-baik. bisa saja justru terbalik.

Nah, PR sebagai orangtua, bagaimana mengelola sikap dan energi negatif bisa berubah menjadi positif. Dan energi positif bisa konsisten menjadi positif saat dewasa kelak. Jadi, sebagai orangtua, secara tidak langsung perlu dituntut menjadi pemandu kehidupannya. Biarkan anak belajar dari kesalahan, dan belajar dari kebaikan.

Di kelas hapy and productive parents juga akan mengulas beberapa kurikulum lain. Seperti digital parenting islami, cara membangun visi khoiru ummah, bagaimana membangun komunikasi cinta A’la Rasul dan bagaimana menghadapi anak tidak disiplin ataupun tidak percaya diri.

 Penasaran ingin mengikuti kelas happy and productive parents secara intensif bersama Ustadzah Hj. Ir. Dini Sumaryanti? Kamu bisa langsung bergabung. Ada harga spesial bagi yang memiliki kupon SAYASYARIAH sebesar 40%. Tertarik? Segera DAPATKAN kuponnya, SEBELUM kehabisan.

parenting islami