Kuasai Ilmu Syirkah, Bisnis Makin Berkah!

Syirkah tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum. Padahal, syirkah Advance itu sendiri sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Terutama buat kamu yang ngaku ingin menjadi seorang wirausaha ataupun pebisnis.

Selama ini banyak yang asal menjalankan bisnis mereka tanpa melihat aturan dasar syariah. Hasilnya, bukannya menjadi berkah, justru banyak menemukan masalah. Nah, buat kamu yang ingin menjalankan bisnis dengan hasil berkah dan melimpah, wajib mempelajari ilmu ini.

Mungkin ada diantara kamu yang asing, apa sih itu syirkah? Kamu akan temukan jawaban lengkapnya di sini. Langsung saja simak ulasan berikut.

syirkah

Pengertian Syirkah 

Syirkah adalah hukum kerjasama yang melibatkan dua orang atau lebih. Dimana kerjasama dilakukan atas dasar kesepakatan bersama, dan terjadi pembagian keuntungan berdasarkan nisbah.

Syirkah secara istilah, dapat diartikan sebagai kerjasama yang dijalin oleh satu orang dengan orang yang lain, kemudian nantinya akan membagi keuntungan berdasarkan nisbah atas dasar kesepakatan pihak yang terlibat. Jika dari tadi kita sudah mengulas tentang pengertiannya. Ada satu hal yang perlu digaris bawahi. Terlepas dari keuntungan yang akan dibagi atas dasar kesepakatan, maka dalam menghadapi permasalahan risiko atau permasalahan ditanggung secara bersama.

syirkah advance

Landasan Hukum Syirkah

Tidak banyak yang bertanya, darimana hukum syirkah lahir? Di dalam al-qur’an, al-hadits dan ijma’ landasan hukum syirkah dibolehkan. Hal ini pun ternyata diperkuat oleh beberapa dalil. Berikut beberapa dalil yang membolehkannya.

  1.   Al-quran

Syirkah di dalam al-quran juga dibolehkan dan dibenarkan, yang didasarkan pada keimanan dan amal shalih. Adapun ayat dalam al quran, yaitu qs sad: 24 dan qs. An-nisa’: 12. Yang berbunyi sebagai berikut.

  •       Qs sad : 24

Dia (dawud) berkata: “sesungguhnya, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak di antara orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan daud mengetahui bahwa kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.” (qs. Ṡad: 24)

  •     Qs. An-nisa’ : 12

“dan bagimu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) hutang-hutangmu. Jika seseorang meninggal, baik laki laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutangnya dengan tidak memberi menyusahkan (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan allah. Dan allah maha mengetahui lagi maha penyantun.” (q.s. an-nisa’: 12)

  1.   Dalil al-hadits

Di dalam hadis qudsi juga ada yang meriwayatkan bahwasanya syirkah dibolehkan. Apabila dijalankan dengan benar dan amanah, akan memberikan keberkahan atas harta yang dikerjasamakan dan tetap menjaga hubungan baik, tanpa saling menghina satu sama lain. Adapun hadits riwayat abu daud al-hakim yang berbunyi sebagai berikut.

“telah menceritakan kepada kami muhammad bin sulaiman al-mishshishi, telah menceritakan kepada kami muhammad bin az zibriqa, dari abu hayyan al-taimi dan ayahnya dari abu hurairah r.a dan ia merafa’kannya. Ia berkata sesungguhnya allah berfirman: aku jadi yang ketiga diantara dua orang yang berserikat selama yang satu tidak khianat terhadap yang lainnya, apabila yang satu berkhianat kepada pihak yang lain, maka keluarlah aku dari mereka.” (HR. Abu daud dan dinilai sahih oleh al-hakim)

Dari hadis di atas, apabila kerjasama dilakukan sesuai amanah dan tidak saling mengkhianati akan menjadi berkah. Sebaliknya, jika terjadi kecurangan dan berkhianat, maka Allah akan mencabut keberkahan harta dan tidak akan menolong pertolongan kepada keduanya.

  1.   Ijma’

Ijma’ pun juga sependapat bahwa syirkah dibolehkan dalam hukum syariat. Meskipun demikian, bagi para ulama fiqh ada yang berbeda pandangan terkait jenis-jenis dan keabsahannya. Perbedaan pandangan para ulama tentang hal ini tentu sesuatu yang biasa dan lumrah. Setiap masing-masing orang memiliki dasarnya masing-masing.

Sebaiknya Anda Juga Baca  Anda Wajib Tahu 5 Cara Parenting Islami Ini

Itulah tiga landasan hukum syirkah yang paling terpercaya. Ternyata bukanlah aturan atau kesepakatan yang dibuat-buat. Menariknya, aktivitas ini pun sudah dilakukan nabi Muhammad SAW.

syirkah

Rukun Syirkah

Ternyata ada rukun syirkah. Istilah rukun sesuatu hal yang harus dijalankan. Menurut para ahli tentang rukun ini. Kita ambil menurut pendapat sayyid sabiq, rukun syirkah ada dua bentuk, sebagai berikut.

  1.  Ijab adalah penawaran atau mengajak untuk bekerjasama dalam menjalankan usaha atau bisnis.
  2. Qobul, sementara yang disebut qobul adalah jawaban, penerimaan penawaran kerjasama tersebut. Jika dijawab “iya” akan menjadi kesepakatan kerjasama satu dengan yang lain. Jika ditolak, sudah barang jelas tidak akan terjadi kerjasama.

Adapun pendapat para ulama sebagian besar, yang menyebutkan ada tiga rukun syirkah, yaitu

  1. Sighat, yaitu keinginan melakukan kerjasama atas dasar keinginan kedua belah pihak.
  2. Dua orang melakukan transaksi akad syirkah. Jika syirkah hanya dilakukan satu orang, maka tidak sah, dan syarat yang lain, orang yang menjalankan sudah balig, pandai, berakal dan tidak menyelewengkan harta bersama.
  3. Objek akad adalah modal pokok.

Jadi rukun itu sendiri ternyata memiliki banyak bentuk. Tergantung dari kita, ingin meyakini pendapat dari ulama siapa. Dua pendapat di atas pun hanya sebagian pandangan saja, masih ada banyak pendapat lain yang bisa diulas.

Buat kamu yang tertarik ingin mendalami tentang syirkah secara tuntas dan menyeluruh, kamu bisa mengikuti kelas intensif Syirkah Advance. Di sini kamu akan mempelajari tentang syirkah, yang cocok buat kamu yang sedang menjalankan bisnis dan tetap ingin menjaga keberkahan berbisnis.

Kelas yang akan dibimbing oleh Ustadz Dwi Condro Triono, PH.D ini bisa diikuti oleh semua kalangan. Mulai dari pebisnis, karyawan, mahasiswa atau siapapun yang memang ingin mendalami seputar muamalah syariah sebagai bekal menambah ilmu.

Sebaiknya Anda Juga Baca  Pentingnya Mempelajari Muamalah Kontemporer Di Era Modernisasi

Buat kamu yang ingin mendapatkan harga diskon sebesar 40%, bisa menggunakan kupon SAYASYARIAH. Tentu diskon hanya tersedia secara terbatas. Jadi buruan! Sebelum Stok HABIS. 

syirkah